Tempat-tempat ini, aku kunjungi di hari yang berbeda. Karena baru sempet nulis lagi searang, makanya aku gabung aja ya,,,, Ada 3 tempat yang bakalan aku sharing :
1. Paris Van Java (PVJ)
Hampir semua orang Bandung
sudah tidak asing dengan PVJ, kecuali aku. Percaya ga percaya, aku baru
menginjakan kaki di PVJ bulan November 2013,hehe. Aku ke PVJ diantar teman
kantor ku, kita jalan-jalan berkeliling PVJ. Setelah puas keliling-keliling
rencananya kita mau makan di richeese factory, tapi tempatnya lagi di renovasi.
Akhirnya diputuskan makan di cafe Halaman, tempat ini adalah cabang café
Halaman yang di Taman Sari. Lagi-lagi walaupun tempatnya deket kampus aku belom
pernah ke sana. Tapi aku pernah ngerasain nasi gorengnya, itu pun dibeliin Bu
Erna waktu Lab Meeting. Café Halaman yang di PVJ tempatnya ga terlalu besar
tapi nyaman lah. Setelah bolak-balik buka menu aku pesen nasi goreng special
dan water melon juice, temenku pesen bakmie dan carrot juice. Porsi nasi
gorengnya besar, untuk harga segitu sesuai lah enak dan bikin kenyang banget.
Kalau juice biasa aja, tidak seperti yang di bayangkan. Kali ini aku lupa foto
makanannya, jadi dibayangin aja ya. Untuk harganya total kita makan berdua
sekitar Rp. 100.000.
2. Kupat Tahu gempol
Jalan Gempol memang ga gampang
di cari, letaknya di belakang Gedung sate. Aku masuk dari jalan di sebrang
jonas photo, dan lanjut sampai ketemu resto Midori trus masuk deh ke jalan
Gempol. Biasanya aku ke ‘Roti Gempol’
roti tawarnya enak empuk banget, roti bakar yang asin juga special
rasanya, dan favorit aku waktu aku hamil adalah mie yaminnya. Tapi karena susah
dapet parkir, akhirnya pagi itu kami mau coba kupat tahu gempol aja. Kupat tahu
Gempol ini terkenal, pernah liat juga seh cabangnya di ‘the kiosk dago’. Kita
makan bertiga, aku, suamiku dan sepupunya. Memang rasa kupat tahunya beda dari
kupat tahu kebanyakan, bumbunya lebih legit dan halus. Soal isi sama aja,
lontong, taoge yang ini besar-besar dan kerupuk. Boleh dicoba untuk sarapan
pagi, tapi tetep semangat untuk cari parkirnya ya…. Harganya lumayan kita
bertiga masing-masing beli kupat tahu plus air mineral gelas, abis sekitar Rp. 40.000an.
3. Bloemen
Tempat makan ini letaknya
di Jl. Boscha No. 45, belakang pom bensin Cipaganti. Suasana café yang menjual
masakan Indo Belanda, membawa kita flash back ke jaman dulu kala,hehe. Banyak
foto dan iklan jaman dulu, dan yang paling menarik perhatiaku adalah peta Bandung
jaman Belanda. Sepertinya rumahku yang di daerah Bandung Timur masih hutan atau
hamparan sawah nan luas, hehe… Yang special di tempat ini menunya adalah
kambing bakar, jadi aku pesan kambing bakar, nasi putih dan kunyit asam. Aku ke
sini bareng dua teman kantorku, teman ku yang lain juga pesan kambing bakar
tapi ada yang tanpa nasi dan ada yang dengan mash potato. Yang unik satu
temanku pesan juice sawi,nanas dan lemon tapi aku lupa apa namanya.
Ga begitu lama akhirnya pesanan
kami pun datang, kambing bakarnya memang special teksturnya empuk dan tidak
bau. Kambing bakarnya disajikan dengan sambal kecap, tapi meurutku kambingnya
kurang berbumbu. Icip-icip ah, mash potato pesenan temanku, rasanya enak juga
dan ternyata cocok untuk kambing bakarnya. Kunyit asamnya tidak seperti yang
aku bayangkan,,,,, Harganya wajar, siapin aja sekitar Rp. 60.000an seorang.










