Laman

Kamis, 20 Maret 2014

Geologi-Like Father Like Son



Like Father Like Son

Kita ajak Uno jalan-jalan ke Museum Geologi (MG) dan kantor papapnya. Niatnya bukan mau mengarahkan Uno jadi Geologist, cuma perkenalan aja (walau anak 13 bulan pati belom ngerti,hehe). Kalau nanti Uno sudah besar dan mau jadi Geologist yang paling Happy pasti papapnya. Kita ke MG hari Minggu pagi, tantangannya adalah cari tempat parkir. Hari minggu adalah jadwal pasar tumpah yang lokasinya dari Gasibu-Diponegoro-Surapati dan kebetulan di hari itu juga ada resepsi pernikahan di kompleks MG. Setelah berputar-putar akhirnya kita dapat parkir, dan langsung menuju tempat penjualan tiket. Harga tiketnya murah hanya Rp. 3.000/orang.
Lantai 1 sayap kanan (posisi masuk ke MG) adalah tempat sejarah tentang manusia purba, fosil dan replica binatang purba, juga fosil binatang laut. Yang paling menarik adalah fosil dan replica Tyrannosaurus rex, badak dan gajah. MG lt. 1 relatif masih sama ketika tahun 1998 aku kesana. Dulu MG lantai 1 sayap kiri ada ruangan tentang gunung api, tapi sekarang sedang di renovasi. 
MG lantai 2 mengejutkan, banyak perubahannya dari terakhir aku kesana. Di lobby lt. 2 ada miniatur tambang lepas pantai dan kapal LNG. Ruangan sayap kanan (posisi keluar tangga) adalah ruangan favorite papap Uno, yaitu ruangan Sumber Daya Geologi (sumberdaya mineral,energy dan air). Di ruangan ini dilengkapi dengan poster, sampel, dan layar monitor untuk menjelaskan sumber daya geologi dengan animasi, ruangan ini terasa sangat modern. Bagian yang papap Uno suka adalah menjelaskan ke aku and Uno soal Batu bara dan Air yang jadi bidang keahliannya, berasa lagi kuliah jadinya,hehe. Di sebrang ruangan Sumber Daya Geologi adalah ruang Manfaat dan Bencana Geologi. Di bagian manfaat geologi banyak sampel perlatan rumah tangga, industry, telekomunikasi, dan perhiasan yang komponennya berasal dari hasil tambang.Untuk bagian bencana geologi terdapat barang-barang yang diambil dari meletusnya peristiwa gunung Merapi  seperti sepeda motor yang bannya sudah meleleh, TV dan rice cooker yang sudah meleleh dan lain-lain. Ada juga buku yang ditemukan saat bencana tsunami di Aceh. Kita juga bisa lihat miniatur proses terjadinya tanah longsor dan yang paling seru adalah simulasi gempa. Kita akan merasakan guncangan seperti gempa beneran dari awal mulai gempa,puncak gempa dan gempa mulai reda. Di depan alat simulator gempa terdapat layar yang menvisualisasikan suatu ruangan saat terjadi gempa. Seru juga jalan-jalan ke museum, rencananya kapan-kapan papap Uno mau ajak kita ke next museum… Museum Sri Baduga.




Di week end yang lain kita jalan-jalan ke kantor papap Uno, selain untuk kenalin Uno sama kantor papapnya aku juga berasa flash back ke jaman kuliah dulu maklum gedung kuliah aku and papap Uno letaknya bersebrangan. Jadi inget dulu suka janjian sama mantan pacar di kantin buat makan siang and pulang bareng. Jadi inget temen-temen kuliah dulu, kalau abis shalat kita suka nongkrong di mesjid sambil makan keripik yang dijual sama anak-anak daerah situ, berburu kersen di Dekanat and makan bakso di mas Tutur. Wah, ternyata waktu cepat berlalu sekarang aku kesana dengan suami and anakku…. Apakah Uno akan kuliah disini???hehe