Like Father Like
Son
Kita ajak Uno
jalan-jalan ke Museum Geologi (MG) dan kantor papapnya. Niatnya bukan mau
mengarahkan Uno jadi Geologist, cuma perkenalan aja (walau anak 13 bulan pati
belom ngerti,hehe). Kalau nanti Uno sudah besar dan mau jadi Geologist yang
paling Happy pasti papapnya. Kita ke MG hari Minggu pagi, tantangannya adalah
cari tempat parkir. Hari minggu adalah jadwal pasar tumpah yang lokasinya dari
Gasibu-Diponegoro-Surapati dan kebetulan di hari itu juga ada resepsi
pernikahan di kompleks MG. Setelah berputar-putar akhirnya kita dapat parkir,
dan langsung menuju tempat penjualan tiket. Harga tiketnya murah hanya Rp. 3.000/orang.
Lantai 1 sayap
kanan (posisi masuk ke MG) adalah tempat sejarah tentang manusia purba, fosil
dan replica binatang purba, juga fosil binatang laut. Yang paling menarik
adalah fosil dan replica Tyrannosaurus rex, badak dan gajah. MG lt. 1 relatif masih
sama ketika tahun 1998 aku kesana. Dulu MG lantai 1 sayap kiri ada ruangan
tentang gunung api, tapi sekarang sedang di renovasi.
MG lantai 2 mengejutkan,
banyak perubahannya dari terakhir aku kesana. Di lobby lt. 2 ada miniatur
tambang lepas pantai dan kapal LNG. Ruangan sayap kanan (posisi keluar tangga)
adalah ruangan favorite papap Uno, yaitu ruangan Sumber Daya Geologi
(sumberdaya mineral,energy dan air). Di ruangan ini dilengkapi dengan poster,
sampel, dan layar monitor untuk menjelaskan sumber daya geologi dengan animasi,
ruangan ini terasa sangat modern. Bagian yang papap Uno suka adalah menjelaskan
ke aku and Uno soal Batu bara dan Air yang jadi bidang keahliannya, berasa lagi
kuliah jadinya,hehe. Di sebrang ruangan Sumber Daya Geologi adalah ruang
Manfaat dan Bencana Geologi. Di bagian manfaat geologi banyak sampel perlatan
rumah tangga, industry, telekomunikasi, dan perhiasan yang komponennya berasal
dari hasil tambang.Untuk bagian bencana geologi terdapat barang-barang yang
diambil dari meletusnya peristiwa gunung Merapi seperti sepeda motor yang bannya sudah
meleleh, TV dan rice cooker yang sudah meleleh dan lain-lain. Ada juga buku
yang ditemukan saat bencana tsunami di Aceh. Kita juga bisa lihat miniatur
proses terjadinya tanah longsor dan yang paling seru adalah simulasi gempa. Kita
akan merasakan guncangan seperti gempa beneran dari awal mulai gempa,puncak
gempa dan gempa mulai reda. Di depan alat simulator gempa terdapat layar yang
menvisualisasikan suatu ruangan saat terjadi gempa. Seru juga jalan-jalan ke museum,
rencananya kapan-kapan papap Uno mau ajak kita ke next museum… Museum Sri Baduga.
Di week end yang
lain kita jalan-jalan ke kantor papap Uno, selain untuk kenalin Uno sama kantor
papapnya aku juga berasa flash back ke jaman kuliah dulu maklum gedung kuliah
aku and papap Uno letaknya bersebrangan. Jadi inget dulu suka janjian sama
mantan pacar di kantin buat makan siang and pulang bareng. Jadi inget
temen-temen kuliah dulu, kalau abis shalat kita suka nongkrong di mesjid sambil
makan keripik yang dijual sama anak-anak daerah situ, berburu kersen di Dekanat
and makan bakso di mas Tutur. Wah, ternyata waktu cepat berlalu sekarang aku
kesana dengan suami and anakku…. Apakah Uno akan kuliah disini???hehe



Tidak ada komentar:
Posting Komentar